Beranda » (Wawancara Eksklusif) Kalau Orang Kesehatan Diam, Siapa yang Menangani Mereka?

(Wawancara Eksklusif) Kalau Orang Kesehatan Diam, Siapa yang Menangani Mereka?

by Ade Firdiansyah

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang selama lebih dari setahun terakhir penuh dengan kesibukan dan perjuangan. Pasalnya, instansi ini berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19, yang belum juga usai. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Serang Ahmad Hasanuddin dengan rekan-rekannya pun terus berjuang agar penularan COVID-19 di masyarakat terus bisa ditekan. Berikut wawancara ekslusif Imajipos dengan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanuddin.

Pandemi COVID-19 sudah lebih dari setahun, apakah Dinas Kesehatan Kota Serang sudah terbiasa dengan penanganan kasus saat ini?

Jadi memang ini musibah menurut saya, kita bedakan dulu pandemi dan endemi, biar tahu. Saya latar belakangnya kesehatan. jadi endemi itu suatu penyakit yang adanya di daerah itu sendiri, daerah itu saja atau Negara itu saja. Tapi kalau penyakit itu sudah melebar melewati Negara-negara lain maka itu pandemi, wabah itu. Maka itu harus diantisipasi dengan benar.

Lalu terkait apakah sudah biasa? Alhamdulillah sejauh ini kami sudah biasa menagani itu. Apakah kita mundur? Tidak mundur kita. Malah justru kita harus maju. Manakala orang lain dengan adanya pandemi, ada yang WFH (Work from Home), atau juga harus bergantian, gitu kan. Kita malah tidak. Kalau orang kesehatan malah diam, suruh di rumah saja, siapa yang menangani mereka. Siapa yang tracking, siapa yang testing, siapa yang mereka treatman. Sudah biasa akhirnya kita lakukan itu.

Apa perbedaan penanganan pandemi COVID-19 di tahun pertama dan tahun kedua ini?

Ditahun kedua otomatis lebih punya pengalaman, juga lebih banyak pengetahuan dan lebih banyak persiapan karena evaluasi dari tahun pertama. Sekarang, SDM kita lebih luasan lagi. Kemudian penyebaran informasi ke masyarakat lebih kuat lagi.

Dulu pada saat pertama kali, banyak masyarakat terutama lansia banyak yang menolak untuk divaksin karena mungkin beritanya yang diterima belum tentu benar tapi diterima saja (ditelan mentah-mentah), akhirnya banyak yang menolak. Tapi buktinya sekarang karena sudah punya pengalaman, informasi masif menyebar ke masyarakat, jadi akhirnya di setiap penyuntikan vaksin, lihat saja pasti penuh.

Liat deh! khususnya Serang Kota. Datang pagi jam 8 atau 9. Tidak  usah jauh-jauh, ini kan Masjid Agung Ats Tsaurah, perapatan lampu merah tuh sebrangnya ada Kodim ya, penyuntikan Covid. Itu penuh juga, Alhamdulillah. BRI kita kerjasama, BI juga kita kerjasama, semua untuk penyuntikan dalam rangka memberikan kekebalan kepada masyarakat secara luas.

Sekarang lebih banyak kerjasama dengan instansi yang lainnya juga?

Lebih, bahkan kelurahan dan kecamatan dan semua yang mendukung.

Kendala yang masih dihadapi oleh Dinkes Kota Serang?

Ya terutama dari masyarakat yang tidak mendapat informasi bahwa vaksin itu penting. Ada yang berpikiran, lah enggak perlu dikejar-kejar vaksin, enggak disuntik juga sehat, gitu lho. Jadi, ya kendalanya adalah orang-orang yang tidak punya social media jadi tidak tahu, atau yang belum dapet informasi. Tapi sejauh insya Allah sih puskesmas kan punya promkes, wawar juga, pernah ambulan wawar gitu.

Bagaimana pandangan bapak tentang kepatuhan prokes saat ini?

Sejauh ini, kesini-kesini kayanya masyarakat lebih banyak menyadari, walaupun memang ada juga yang merasa kebal jadi tidak makai masker, artinya itu harus diingatkan oleh kita, itulah tugas kita. Terutama ini antisipasinya adalah vaksin, secepat mungkin divaksin, sementara belum mencapai target 100% atau 80% gitu, kan perlu waktu tuh, tetap protokol kesehatan harus dipakai.

Jadi kita kan vaksin biar kebal, sebelum kita kebal, pake protokol kesehatan sampai nunggu sampai kita kejar kebal, kalau udah kebal itu udah bebas. Mau sekolah, mau pergi-pergi itu boleh.

Apakah penerapan prokes dasar benar-benar menjadi pencegahan?

Sejauh ini iya. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan.

Terkait vaksin ini kan banyak polemik, bagaimana tanggapan bapak?

Jadi mudah terkena paham yang belum tentu benar, istilahnya mah Hoax ya. Hoax mah cepet kadang-kadang. Ada berita tidak benar. Dikirain setelah vaksin kemudian tidak sadarkan diri padahal mah bukan karena vaksin, ya sudah menyebar.

Apa harapan dan pesan terhadap masyarakat agar pandemi bisa terkendali?

Ayo datangi di mana adanya tempat penyelenggara vaksinasi. Kita disuntik vaksin biar kita kebal, itu upaya untuk segera menyelesaikan  permasalahan di negeri kita ini khususnya di Kota Serang, kemudian tetap menggunakan protokol kesehatan.

 

Editor: Mulla G.A

BACA JUGA

Leave a Comment